Inti Berita
• Masalah: Perlunya peningkatan mutu, standar, dan daya saing produk pertanian Lampung di pasar luas.
• Solusi: Kolaborasi Pemprov Lampung dengan PT Sucofindo untuk pengujian, sertifikasi, dan pendampingan sektor strategis.
• Data: Fokus kerja sama mencakup klaster pangan, energi, infrastruktur, hingga layanan publik seperti RSUD Abdul Moeloek.
(Lingkartani.com): Kabar baik datang untuk kemajuan sektor pertanian di Bumi Ruwa Jurai. Pemerintah Provinsi Lampung kini tengah membuka pintu lebar bagi PT Sucofindo untuk berkolaborasi. Langkah ini diambil demi memoles kualitas dan daya saing produk lokal agar lebih “berbicara” di kancah nasional maupun internasional.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyambut hangat rencana ini. Saat bertemu jajaran PT Sucofindo di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026), Jihan menekankan pentingnya standar mutu. Baginya, potensi tani yang besar saja tidak cukup tanpa adanya nilai tambah bagi petani.
“Potensi pertanian kita sangat besar. Namun, ini harus dibarengi dengan peningkatan mutu dan sertifikasi agar petani makin sejahtera,” ujar Jihan dengan nada optimis.
Perkuat Layanan Publik dan Laboratorium
Wagub Jihan berharap PT Sucofindo hadir sebagai pendamping yang kuat. Dengan pengujian dan sertifikasi yang tepat, produk petani Lampung tidak akan kalah saing saat masuk ke pasar modern. Hal ini menjadi kunci agar harga jual di tingkat petani tetap terjaga.
Tak hanya soal sawah dan ladang, kerja sama ini juga menyasar perbaikan layanan publik. Jihan ingin berbagai unit layanan pemerintah, seperti RSUD Abdul Moeloek, memiliki standar operasional yang profesional. Termasuk juga penguatan fungsi UPTD Laboratorium Lingkungan milik provinsi.
“Kami ingin pelayanan publik berjalan lebih optimal dan terstandar. Kehadiran Sucofindo bisa memperkuat aspek pengujian di unit-unit layanan kami,” tambahnya lagi.
Sucofindo Siap All-Out
Gayung pun bersambut. Kepala Cabang PT Sucofindo Bandar Lampung, Hilmans Oktaviansyah, menyatakan kesiapan pihaknya. Sucofindo membawa segudang layanan, mulai dari inspeksi, pengujian, hingga konsultasi di berbagai sektor kunci.
Pihaknya mengaku siap mengawal program kerja Pemprov Lampung. Fokus utamanya adalah klaster pangan, infrastruktur, hingga digitalisasi. “Kami berharap kehadiran kami benar-benar membantu kemajuan Lampung melalui kolaborasi ini,” pungkas Hilmans.(*)







