Indonesia Jadi Incaran Malaysia, Negeri Jiran Minta Pasokan Beras dan Belajar Teknologi Tani

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malaysia tertarik penerapan teknologi modern yang menunjang percepatan pencapaian swasembada pangan di Indonesia. (Foto: ist)

Malaysia tertarik penerapan teknologi modern yang menunjang percepatan pencapaian swasembada pangan di Indonesia. (Foto: ist)

Inti Berita:

Permintaan Ekspor: Malaysia secara resmi meminta bantuan pasokan beras kepada Indonesia.

Alasan: Malaysia tertarik dengan produktivitas padi Indonesia yang mampu mencapai 7-12 ton per hektare.

Syarat: Pemerintah akan mengekspor jika kebutuhan dalam negeri sudah melampaui batas aman.

Volume: Kebutuhan beras Malaysia diperkirakan mencapai 2.000 ton per bulan.

(Lingkartani.com): Keberhasilan Indonesia meraih swasembada pangan pada 2025 kini mulai menarik perhatian dunia internasional. Negara tetangga, Malaysia, secara terang-terangan meminta bantuan pasokan pangan kepada Indonesia. Permintaan ekspor beras ini menjadi sinyal kuat bahwa ketahanan pangan kita semakin diakui di kawasan regional.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa permintaan bantuan pangan dari negara sahabat terus berdatangan. Selain bantuan kemanusiaan yang telah dikirim ke Palestina, Malaysia kini menjadi salah satu negara yang berharap mendapatkan kiriman beras dari tanah air.

Baca Juga  Menteri Pertanian Amran Sulaiman Cabut 2.300 Izin Pedagang Pupuk Nakal, 192 Pejabat Dicopot

“Kalau memang kita sanggup, ya kita akan berikan bantuan. Contohnya dari Malaysia,” ujar Prasetyo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (7/1/2026) malam. Meski begitu, pemerintah tetap memprioritaskan kecukupan stok di dalam negeri sebelum membuka keran ekspor secara luas.

Malaysia Ingin Tiru Teknologi Padi Indonesia

Ketertarikan Malaysia ternyata bukan hanya soal butiran berasnya, melainkan juga teknologi pertaniannya. Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, mengakui bahwa teknologi tani di Indonesia jauh lebih maju. Mereka kagum melihat produktivitas padi kita yang melonjak signifikan.

Baca Juga  Lampung Siap Jadi Lumbung Kedelai Nasional, Tekan Impor Lewat Perhutanan Sosial

Dalam beberapa pertemuan, Malaysia menyatakan keinginannya untuk mencontoh metode peningkatan produksi yang diterapkan Indonesia. Saat ini, rata-rata hasil panen di Indonesia mencapai 7 ton per hektare, bahkan di beberapa lokasi unggulan bisa menembus 12 hingga 13 ton.

“Beras ini kami ingin lebih tumpu kepada teknologi yang dilihat di Indonesia ini lebih advance dalam menemukan teknologi baru,” ungkap Mohamad Bin Sabu. Hal ini menjadi pengakuan nyata bahwa inovasi pertanian yang selama ini digalakkan oleh Kementan telah membuahkan hasil yang kompetitif.

Lampu Hijau dari Presiden Prabowo untuk Ekspor

Rencana ekspor beras ke Malaysia ini nampaknya telah mendapatkan perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebelumnya menyebut bahwa Malaysia membutuhkan pasokan sekitar 2.000 ton beras setiap bulannya. Presiden sendiri telah memberikan lampu hijau terkait rencana strategis ini.

Baca Juga  Pasar Karbon Indonesia Masuk Panggung Global, Kita Dapat Apa?

“Sesuai perintah Presiden, mekanismenya apa, kita ikuti. Yang jelas kita siap untuk ekspor beras ke Malaysia,” kata Sudaryono. Hingga awal 2026, pembicaraan teknis terus dilakukan untuk memastikan pengiriman tersebut tidak mengganggu stabilitas harga di pasar domestik Indonesia.

Langkah ekspor ini jika terwujud akan menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor pertanian kita. Dari negara pengimpor, kini Indonesia bertransformasi menjadi penyangga pangan bagi negara tetangga. Prestasi ini diharapkan semakin memacu semangat para petani, termasuk di Lampung, untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi nasional.(*)

Berita Terkait

Serapan Beras Bulog Lampung 2025 Lampaui Target Hingga 130 Persen
Pasar Karbon Indonesia Masuk Panggung Global, Kita Dapat Apa?
Ladang Hijau Penarik Cuan, Saat Pertanian Organik Masuk Bursa Karbon
Lampung Siap Jadi Lumbung Kedelai Nasional, Tekan Impor Lewat Perhutanan Sosial
Pertanian Lampung Naik Kelas, Wagub Jihan Nurlela Gandeng Sucofindo Perkuat Mutu Produk
Gubernur Lampung Dorong Pemanfaatan Teknologi AI untuk Modernisasi Pertanian
Lampung Siap Topang Swasembada Nasional, Gubernur Mirza: Produksi Padi Kita Naik 15 Persen
Menilik Akar Sejarah Pangan, Gubernur Lampung dan Jawa Tengah Kunjungi Museum Transmigrasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:04 WIB

Serapan Beras Bulog Lampung 2025 Lampaui Target Hingga 130 Persen

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:27 WIB

Pasar Karbon Indonesia Masuk Panggung Global, Kita Dapat Apa?

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:42 WIB

Lampung Siap Jadi Lumbung Kedelai Nasional, Tekan Impor Lewat Perhutanan Sosial

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:27 WIB

Pertanian Lampung Naik Kelas, Wagub Jihan Nurlela Gandeng Sucofindo Perkuat Mutu Produk

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:34 WIB

Gubernur Lampung Dorong Pemanfaatan Teknologi AI untuk Modernisasi Pertanian

Berita Terbaru

Pasar karbon Indonesia masuk ke perdagangan karbon global. Namun harga kredit karbon yang 10–25 kali lebih murah dari pasar internasional memunculkan risiko bagi negara dan masyarakat. (foto: ist)

Dinamika

Pasar Karbon Indonesia Masuk Panggung Global, Kita Dapat Apa?

Sabtu, 17 Jan 2026 - 13:27 WIB