Inti Berita
• Masalah: Kebutuhan kedelai Indonesia saat ini masih bergantung 100 persen pada impor.
• Solusi: Perluasan kawasan kedelai di Lampung melalui pola perhutanan sosial dan pendampingan ahli.
• Data/Biaya: Lampung Utara telah sukses melaksanakan panen raya pada Oktober 2025 sebagai pilot project kedelai unggul.
(Lingkartani.com): Provinsi Lampung rindu masa kejayaannya. Pada dekade 1980-an, tanah Sang Bumi Ruwa Jurai tersohor sebagai lumbung kedelai nasional. Kini, semangat itu coba dibangkitkan kembali melalui kebijakan perluasan kawasan tanam.
Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lampung sedang menyiapkan langkah besar. Targetnya jelas, yakni mengurangi ketergantungan impor yang masih menyentuh angka 100 persen. Kebijakan ini selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.
“Kita butuh perluasan kawasan kedelai. Pemerintah daerah harus menginisiasi peningkatan produksi ini,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lampung, Elvira Umihanni, Kamis (15/1/2026).
Belajar dari Kesuksesan di Lampung Utara
Langkah menuju swasembada ini bukan sekadar mimpi di atas kertas. Pada Oktober 2025 lalu, Lampung Utara sukses menggelar panen raya kedelai. Acara tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah pusat, dan daerah.
Keberhasilan di Lampung Utara akan menjadi contoh bagi wilayah lain. Pemerintah berencana menggunakan pola perhutanan sosial untuk memperluas lahan. Para petani nantinya tidak akan berjalan sendirian di tengah sawah.
“Kita akan gunakan pendampingan dari para ahli. Ahli-ahli ini sebelumnya sudah mendampingi Lanal dalam mengelola lahan,” tambah Elvira.
Budidaya yang Menantang Namun Menjanjikan
Menanam kedelai memang punya tantangan tersendiri. Karakter tanamannya lebih manja dibandingkan jagung atau padi. Oleh karena itu, pendampingan teknis menjadi kunci utama bagi para petani kita.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan apresiasi tinggi pada pilot project ini. Menurutnya, kedelai sangat cocok tumbuh di tanah Lampung. Jika dikelola dengan baik, kesejahteraan petani lokal pasti akan meningkat pesat.
“Jika dipadukan dengan produksi jagung, kita bisa buat pakan ternak murah,” tutur Gubernur Mirza saat panen Oktober lalu. Hal ini tentu akan memperkuat kedaulatan pangan nasional dari Lampung.
Gubernur Mirza berharap dukungan penuh dari pusat. Ia ingin Lampung ditetapkan secara resmi sebagai sentra kedelai nasional. Dukungan pupuk dan teknologi sangat dinantikan oleh masyarakat pedesaan.
Harapan besar kini disampirkan pada kepemimpinan nasional yang baru. Lampung optimistis bisa menjadi daerah yang mandiri dan maju. Lebih dari itu, Lampung siap memberi makan wilayah lain di Indonesia.(*)







