Gubernur Lampung Dorong Pemanfaatan Teknologi AI untuk Modernisasi Pertanian

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur menekankan bahwa kekayaan alam Lampung yang besar tidak akan maksimal tanpa sentuhan teknologi. Termasuk pemanfaatan teknologi AI. ( foto: ist)

Gubernur menekankan bahwa kekayaan alam Lampung yang besar tidak akan maksimal tanpa sentuhan teknologi. Termasuk pemanfaatan teknologi AI. ( foto: ist)

Inti Berita:

Fokus Utama: Implementasi AI untuk mengatasi masalah klasik pertanian dan perikanan di Lampung.

Pesan Gubernur: Teknologi AI adalah alat lompatan bagi 60% wilayah Lampung yang bergantung pada sektor agraris.

Inovasi: Munculnya aplikasi penentu waktu tanam dan sistem digital pemantau kualitas air tambak.

(Lingkartani.com): Ruang Kantor Gubernur Lampung menjadi saksi lahirnya inovasi pertanian masa depan pada Rabu (7/1/2026) siang. Acara AI Ideathon Lampung resmi ditutup dengan fokus utama pada digitalisasi sektor pangan. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa Pertanian Lampung harus mulai mengadopsi teknologi modern.

Gubernur menekankan bahwa kekayaan alam Lampung yang besar tidak akan maksimal tanpa sentuhan teknologi. Sektor pertanian dan perikanan merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang paling utama. Beliau mengajak anak muda Lampung untuk tidak hanya menjadi penonton dalam arus transformasi digital.

Baca Juga  Pertanian Lampung Naik Kelas, Wagub Jihan Nurlela Gandeng Sucofindo Perkuat Mutu Produk

“Lampung ini kaya. Pertaniannya luas, perikanannya besar. Tapi tanpa teknologi, potensi itu sulit melompat jauh,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Pesan ini ditujukan langsung kepada para mahasiswa dan praktisi teknologi yang hadir.

Solusi Teknologi AI untuk Masalah Petani Lampung

Saat ini, sekitar 60 persen wilayah di Provinsi Lampung masih bertumpu pada sektor pertanian. Namun, para petani seringkali menghadapi persoalan klasik seperti serangan hama dan cuaca ekstrem. Di sinilah Kecerdasan Buatan (AI) dianggap sebagai solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Dalam ajang AI Ideathon tersebut, lahir berbagai ide aplikasi yang sangat relevan dengan kebutuhan lapangan. Salah satunya adalah aplikasi cerdas untuk membantu petani menentukan waktu tanam secara presisi. Ada pula sistem pemantauan kualitas air otomatis yang dirancang khusus bagi para petambak.

Baca Juga  Ladang Hijau Penarik Cuan, Saat Pertanian Organik Masuk Bursa Karbon

Yashinta Bahana, Head of Training & Certification AWS Indonesia, sangat mengapresiasi inovasi peserta Lampung. Menurutnya, teknologi yang paling berhasil adalah teknologi yang bisa digunakan oleh masyarakat luas. Inovasi tersebut harus mampu menyentuh persoalan di tingkat desa.

“Teknologi tidak harus rumit. Yang penting, relevan dan bisa digunakan masyarakat,” tegas Yashinta mengenai pentingnya kegunaan aplikasi tersebut.

Implementasi Inovasi untuk Masa Depan Pangan

Dukungan dari sektor swasta seperti Westcon Indonesia memastikan inovasi ini tidak berhenti di ruang lomba. Program inkubasi telah disiapkan agar ide-ide terbaik peserta dapat segera diimplementasikan. Langkah ini menjadi jembatan penting untuk memodernisasi cara bertani masyarakat Lampung.

Baca Juga  TP PKK Lampung Gelar Khitanan Massal dan Santuni Pasien Rujukan

Pada akhir acara, tiga tim terbaik mempresentasikan solusi digital yang menjadi harapan baru bagi daerah. Sinergi antara anak muda dan pemerintah diharapkan mampu mempercepat kedaulatan pangan. Lampung kini bersiap melakukan lompatan besar melalui penggunaan teknologi digital.

Lahan pertanian Lampung mungkin saat ini masih dikelola secara konvensional. Namun, melalui semangat AI Ideathon, masa depan pertanian berbasis data kini mulai terlihat nyata. Pemanfaatan Teknologi AI diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh petani di Bumi Ruwa Jurai.(*)

Berita Terkait

Serapan Beras Bulog Lampung 2025 Lampaui Target Hingga 130 Persen
Pasar Karbon Indonesia Masuk Panggung Global, Kita Dapat Apa?
Ladang Hijau Penarik Cuan, Saat Pertanian Organik Masuk Bursa Karbon
Lampung Siap Jadi Lumbung Kedelai Nasional, Tekan Impor Lewat Perhutanan Sosial
Pertanian Lampung Naik Kelas, Wagub Jihan Nurlela Gandeng Sucofindo Perkuat Mutu Produk
Lampung Siap Topang Swasembada Nasional, Gubernur Mirza: Produksi Padi Kita Naik 15 Persen
Menilik Akar Sejarah Pangan, Gubernur Lampung dan Jawa Tengah Kunjungi Museum Transmigrasi
Indonesia Swasembada Pangan, Produksi Padi Lampung 2025 Melejit Hingga 14,65 Persen

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:04 WIB

Serapan Beras Bulog Lampung 2025 Lampaui Target Hingga 130 Persen

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:27 WIB

Pasar Karbon Indonesia Masuk Panggung Global, Kita Dapat Apa?

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:42 WIB

Lampung Siap Jadi Lumbung Kedelai Nasional, Tekan Impor Lewat Perhutanan Sosial

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:27 WIB

Pertanian Lampung Naik Kelas, Wagub Jihan Nurlela Gandeng Sucofindo Perkuat Mutu Produk

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:34 WIB

Gubernur Lampung Dorong Pemanfaatan Teknologi AI untuk Modernisasi Pertanian

Berita Terbaru

Pasar karbon Indonesia masuk ke perdagangan karbon global. Namun harga kredit karbon yang 10–25 kali lebih murah dari pasar internasional memunculkan risiko bagi negara dan masyarakat. (foto: ist)

Dinamika

Pasar Karbon Indonesia Masuk Panggung Global, Kita Dapat Apa?

Sabtu, 17 Jan 2026 - 13:27 WIB