Mirza Minta Bank Lampung “Turun ke Sawah”, Alirkan Kredit Produktif ke Desa

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Mirza meminta Bank Lampung lebih memberi porsi besar bagi penyaluran kredit produktif terutama di pedesaan agar dapat bermanfaat bagi perekonomian di daerah. (Foto: ist)

Gubernur Mirza meminta Bank Lampung lebih memberi porsi besar bagi penyaluran kredit produktif terutama di pedesaan agar dapat bermanfaat bagi perekonomian di daerah. (Foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Kredit Bank Lampung masih didominasi sektor konsumtif dan kredit mikro di desa justru melambat.

Solusi: Gubernur meminta Bank Lampung fokus membiayai sektor riil seperti pertanian dan UMKM desa pada 2026.

Data/Biaya: Perputaran dana pemda mencapai Rp32 triliun per tahun harus dikelola optimal untuk ekonomi lokal.

(Lingkartani.com): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ingin melihat perubahan besar pada Bank Lampung di tahun 2026. Ia meminta bank milik daerah ini tidak hanya mengejar keuntungan di atas kertas. Bank Lampung harus mulai berani mengalirkan modal hingga ke pelosok desa.

Harapan ini disampaikan Gubernur Mirza saat memberikan keterangan di Bandar Lampung, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, laba yang diraih saat ini sudah sangat baik. Namun, ia ingin manfaatnya lebih dirasakan nyata oleh masyarakat kecil.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong Program Desaku Maju Jadi Penggerak Ekonomi

“Laba Bank Lampung sudah sangat baik. Tapi di 2026 harus melompat. Bank Lampung tidak boleh hanya bagus di neraca, tapi harus besar manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Gubernur Mirza dengan tegas.

Uang Rakyat Harus Berputar di Lampung

Setiap tahun, ada sekitar Rp32 triliun dana pemerintah daerah yang berputar. Gubernur menekankan pentingnya peran Bank Lampung untuk menjaga agar modal besar ini tetap tinggal di Bumi Ruwa Jurai. Ia tidak ingin dana tersebut justru lari ke luar daerah.

Baca Juga  Anggaran Dana Desa Lampung Barat 2026 Turun Drastis Rp73 Miliar

“Bank Lampung memiliki peran krusial untuk memastikan perputaran uang tersebut tetap berada di Lampung dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya. Baginya, Bank Lampung adalah instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi rakyat.

Sepanjang tahun 2025, performa Bank Lampung sebenarnya sangat sehat. Aset dan labanya melonjak hingga hampir dua kali lipat. Sayangnya, Gubernur mencatat bahwa pinjaman yang diberikan masih didominasi oleh kebutuhan konsumtif.

“Komposisi kredit masih didominasi oleh kredit konsumtif, serta ada perlambatan kredit mikro. Ini belum sejalan dengan agenda penguatan ekonomi riil daerah,” jelas Mirza. Kondisi ini menjadi perhatian serius untuk segera dibenahi.

Baca Juga  Anggaran Dana Desa Lampung Barat 2026 Turun Drastis Rp73 Miliar

Sektor Pertanian dan UMKM Jadi Prioritas

Gubernur Mirza meminta Bank Lampung menjadikan desa sebagai tulang punggung ekonomi. Sektor pertanian, KUR mikro, hingga industri kecil harus menjadi prioritas pembiayaan. Kredit produktif dinilai lebih mampu menciptakan efek berganda bagi kesejahteraan warga.

“Bank Lampung harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi Lampung. Bukan hanya sebagai bank yang untung, tetapi bank yang berdampak,” tambahnya. Ia pun meminta disiapkan peta jalan yang jelas agar layanan digital bisa menembus hingga ke desa.(*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Dorong Program Desaku Maju Jadi Penggerak Ekonomi
Anggaran Dana Desa Lampung Barat 2026 Turun Drastis Rp73 Miliar

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:06 WIB

Pemprov Lampung Dorong Program Desaku Maju Jadi Penggerak Ekonomi

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Mirza Minta Bank Lampung “Turun ke Sawah”, Alirkan Kredit Produktif ke Desa

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:36 WIB

Anggaran Dana Desa Lampung Barat 2026 Turun Drastis Rp73 Miliar

Berita Terbaru

Pasar karbon Indonesia masuk ke perdagangan karbon global. Namun harga kredit karbon yang 10–25 kali lebih murah dari pasar internasional memunculkan risiko bagi negara dan masyarakat. (foto: ist)

Dinamika

Pasar Karbon Indonesia Masuk Panggung Global, Kita Dapat Apa?

Sabtu, 17 Jan 2026 - 13:27 WIB